<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bintimaslakhah's Blog</title>
	<atom:link href="http://bintimaslakhah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bintimaslakhah.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Oct 2008 09:26:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bintimaslakhah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bintimaslakhah's Blog</title>
		<link>http://bintimaslakhah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bintimaslakhah.wordpress.com/osd.xml" title="Bintimaslakhah&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bintimaslakhah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bahaya Narkoba</title>
		<link>http://bintimaslakhah.wordpress.com/2008/10/23/bahaya-narkoba/</link>
		<comments>http://bintimaslakhah.wordpress.com/2008/10/23/bahaya-narkoba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 09:26:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintimaslakhah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bintimaslakhah.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Bahaya Narkoba Oleh: AsianBrain.com Content Team Bahaya narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan. Sebab, penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa. Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi tubuh manusia Secara umum semua jenis narkoba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintimaslakhah.wordpress.com&amp;blog=5204086&amp;post=13&amp;subd=bintimaslakhah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Bahaya Narkoba</h1>
<p class="style2">Oleh: <a href="http://www.asianbrain.com/">AsianBrain.com</a> Content Team</p>
<div style="float:left;margin:16px 18px 3px 0;"><a href="http://www.asianbrain.com/" target="_blank"></a></div>
<p class="style2">
<div class="content-artikel">Bahaya narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan.</p>
<p>Sebab, penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa.</p>
<h3>Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi tubuh manusia</h3>
<p>Secara umum semua jenis narkoba jika disalahgunakan akan memberikan empat dampak sebagai berikut:</p>
<ol class="br-li">
<li>Depresan<br />
Pemakai akan tertidur atau tidak sadarkan diri.</li>
<li>Halusinogen<br />
Pemakai akan berhalusinasi (melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada).</li>
<li>Stimulan<br />
Mempercepat kerja organ tubuh seperti jantung dan otak sehingga pemakai merasa lebih bertenaga untuk sementara waktu. Karena organ tubuh terus dipaksa bekerja di luar batas normal, lama-lama saraf-sarafnya akan rusak dan bisa mengakibatkan kematian.</li>
<li>Adiktif<br />
Pemakai akan merasa ketagihan sehingga akan melakukan berbagai cara agar terus bisa mengonsumsinya. Jika pemakai tidak bisa mendapatkannya, tubuhnya akan ada pada kondisi kritis (sakaw).</li>
</ol>
<h3>Adapun bahaya narkoba berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:</h3>
<ol>
<li>Opioid:
<ul>
<li>depresi berat</li>
<li>apatis</li>
<li>rasa lelah berlebihan</li>
<li>malas bergerak</li>
<li>banyak tidur</li>
<li>gugup</li>
<li>gelisah</li>
<li>selalu merasa curiga</li>
<li>denyut jantung bertambah cepat</li>
<li>rasa gembira berlebihan</li>
<li>banyak bicara namun cadel</li>
<li>rasa harga diri meningkat</li>
<li>kejang-kejang</li>
<li>pupil mata mengecil</li>
<li>tekanan darah meningkat</li>
<li>berkeringat dingin</li>
<li>mual hingga muntah</li>
<li>luka pada sekat rongga hidung</li>
<li>kehilangan nafsu makan</li>
<li>turunnya berat badan</li>
</ul>
</li>
<li>Kokain
<ul>
<li>denyut jantung bertambah cepat</li>
<li>gelisah</li>
<li>rasa gembira berlebihan</li>
<li>rasa harga diri meningkat</li>
<li>banyak bicara</li>
<li>kejang-kejang</li>
<li>pupil mata melebar</li>
<li>berkeringat dingin</li>
<li>mual hingga muntah</li>
<li>mudah berkelahi</li>
<li>pendarahan pada otak</li>
<li>penyumbatan pembuluh darah</li>
<li>pergerakan mata tidak terkendali</li>
<li>kekakuan otot leher</li>
</ul>
</li>
<li>Ganja
<ul>
<li>mata sembab</li>
<li>kantung mata terlihat bengkak, merah, dan berair</li>
<li>sering melamun</li>
<li>pendengaran terganggu</li>
<li>selalu tertawa</li>
<li>terkadang cepat marah</li>
<li>tidak bergairah</li>
<li>gelisah</li>
<li>dehidrasi</li>
<li>tulang gigi keropos</li>
<li>liver</li>
<li>saraf otak dan saraf mata rusak</li>
<li>skizofrenia</li>
</ul>
</li>
<li>Ectasy
<ul>
<li>enerjik tapi matanya sayu dan wajahnya pucat,</li>
<li>berkeringat</li>
<li>sulit tidur</li>
<li>kerusakan saraf otak</li>
<li>dehidrasi</li>
<li>gangguan liver</li>
<li>tulang dan gigi keropos</li>
<li>tidak nafsu makan</li>
<li>saraf mata rusak</li>
</ul>
</li>
<li>Shabu-shabu:
<ul>
<li>enerjik</li>
<li>paranoid</li>
<li>sulit tidur</li>
<li>sulit berfikir</li>
<li>kerusakan saraf otak, terutama saraf pengendali pernafasan hingga merasa sesak nafas</li>
<li>banyak bicara</li>
<li>denyut jantung bertambah cepat</li>
<li>pendarahan otak</li>
<li>shock pada pembuluh darah jantung yang akan berujung pada kematian.</li>
</ul>
</li>
<li>Benzodiazepin:
<ul>
<li>berjalan sempoyongan</li>
<li>wajah kemerahan</li>
<li>banyak bicara tapi cadel</li>
<li>mudah marah</li>
<li>konsentrasi terganggu</li>
<li>kerusakan organ-organ tubuh terutama otak</li>
</ul>
</li>
</ol>
<h3>Perilaku pemakai untuk mendapatkan narkoba</h3>
<ul class="br-li">
<li>melakukan berbagai cara untuk mendapatkan narkoba secara terus-menerus</li>
<li>Pemakai yang sudah berada pada tahap kecanduan akan melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan narkoba kembali. Misalnya, pelajar bisa menggunakan uang sekolahnya untuk membeli narkoba jika sudah tidak mempunyai persediaan uang.</li>
<li>Bahkan, mereka bisa mencuri uang dari orangtua, teman, atau tetangga. Hal tersebut tentu akan mengganggu stabilitas sosial.</li>
<li>Dengan kondisi tubuh yang rusak, mustahil bagi pemakai untuk belajar, bekerja, berkarya, atau melakukan hal-hal positif lainnya.</li>
</ul>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bintimaslakhah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bintimaslakhah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bintimaslakhah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bintimaslakhah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bintimaslakhah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bintimaslakhah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bintimaslakhah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bintimaslakhah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bintimaslakhah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bintimaslakhah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bintimaslakhah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bintimaslakhah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bintimaslakhah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bintimaslakhah.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintimaslakhah.wordpress.com&amp;blog=5204086&amp;post=13&amp;subd=bintimaslakhah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bintimaslakhah.wordpress.com/2008/10/23/bahaya-narkoba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d64ab0964e91f7a41a6bb76bea6aa255?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bintimaslakhah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keluarga Harmonis</title>
		<link>http://bintimaslakhah.wordpress.com/2008/10/23/keluarga-harmonis/</link>
		<comments>http://bintimaslakhah.wordpress.com/2008/10/23/keluarga-harmonis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 09:02:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintimaslakhah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bintimaslakhah.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Keluarga Harmonis Cegah Kenakalan Remaja Oleh : Majalah Sadar Keluarga merupakan lingkungan sosial pertama yang memberikan pengaruh sangat besar bagi tumbuh kembangnya anak remaja. Secara ideal perkembangan anak remaja akan optimal apabila mereka bersama keluarganya yang harmonis, sehingga berbagai kebutuhan yang diperlukan dapat terpenuhi. Dalam kenyataan kehidupan sehari-hari tidak semua keluarga dapat memenuhi gambaran keluarga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintimaslakhah.wordpress.com&amp;blog=5204086&amp;post=10&amp;subd=bintimaslakhah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://bbawor.blogspot.com/2008/08/keluarga-harmonis-cegah-kenakalan.html">Keluarga Harmonis Cegah Kenakalan Remaja</a></h3>
<p>Oleh : Majalah Sadar<br />
Keluarga merupakan lingkungan sosial pertama yang memberikan pengaruh sangat besar bagi tumbuh kembangnya anak remaja. Secara ideal perkembangan anak remaja akan optimal apabila mereka bersama keluarganya yang harmonis, sehingga berbagai kebutuhan yang diperlukan dapat terpenuhi.</p>
<p>Dalam kenyataan kehidupan sehari-hari tidak semua keluarga dapat memenuhi gambaran keluarga yang ideal tersebut. Perubahan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat dewasa ini akan sangat berpengaruh kehidupan sebuah keluarga. Orang tua yang sibuk dengan pekerjaan di kantor sampai larut malam tanpa memikirkan anak akan mempengaruhi psikis seorang anak. Kondisi yang demikian ini akan menyebabkan komunikasi dan interaksi antara sesama anggota keluarga menjadi kurang intens. Hubungan kekeluargaan yang semula kuat dan erat, cenderung longgar dan rapuh. Ambisi karier dan materi yang tidak terkendali, telah mengganggu hubungan interpersonal dalam keluarga.</p>
<p>Dalam kaitannya dengan permasalahan remaja, rintangan perkembangan remaja menuju kedewasaan itu ditentukan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi anak pada waktu kecil di lingkungan rumah tangga dan lingkungan masyarakat. Jika seorang individu di masa kanak-kanak banyak mengalami rintangan hidup dan kegagalan bisa menyebabkan timbulnya kelainan-kelainan berupa tingkah laku aneh seperti kenakalan remaja yang jika tidak terkendali dapat menjerumuskan ke dalam perbuatan negatif, seperti minum-minuman keras (alkohol), narkoba, dll.</p>
<p>Sebenarnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan remaja bertingkah laku aneh (nakal), yaitu :<br />
1. Teman sebaya.<br />
2. Lingkungan.<br />
3. Pola asuh otoriter.<br />
4. Pengaruh film dan TV.</p>
<p>Dari faktor-faktor tersebut persentase tertinggi adalah pengaruh dari lingkungan yang sangat berpengaruh besar dan pola asuh otoriter orang tua sehubungan dengan itu, menurut remaja dilakukan beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja, yaitu :<br />
1. Teladan orang tua.<br />
2. Disiplin dalam keluarga.<br />
3. Pendidikan agama dalam keluarga.<br />
4. Memelihara hubungan sosial yang hangat dalam keluarga.</p>
<p>Karena itu disarankan orang tua untuk membekali putra-putrinya dengan keimanan, kedisiplinan dan tanggung jawab jauh lebih berharga bila dibandingkan dengan harta semata semua itu memang butuh pengorbanan, tetapi bila pengorbanan itu diberikan dengan tulus akan bermanfaat bagi anak-anak.</p>
<p>Donorty Law Nolte menuliskan sebuah puisi yang menceritakan hubungan anak dengan orang tua :<br />
Jika anak dibesarkan dengan celaan,<br />
ia belajar memaki<br />
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,<br />
ia belajar berkelahi<br />
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,<br />
ia belajar menyesali diri<br />
Jika anak dibesarkan dengan toleransi,<br />
ia belajar menahan diri<br />
Jika anak dibesarkan dengan dorongan,<br />
ia belajar percaya diri<br />
Jika anak dibesarkan dengan pujian,<br />
ia belajar menghargai<br />
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan,<br />
ia belajar keadilan<br />
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,<br />
ia belajar menaruh kepercayaan<br />
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,<br />
ia belajar menyenangi diri<br />
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,<br />
ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bintimaslakhah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bintimaslakhah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bintimaslakhah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bintimaslakhah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bintimaslakhah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bintimaslakhah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bintimaslakhah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bintimaslakhah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bintimaslakhah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bintimaslakhah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bintimaslakhah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bintimaslakhah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bintimaslakhah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bintimaslakhah.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintimaslakhah.wordpress.com&amp;blog=5204086&amp;post=10&amp;subd=bintimaslakhah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bintimaslakhah.wordpress.com/2008/10/23/keluarga-harmonis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d64ab0964e91f7a41a6bb76bea6aa255?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bintimaslakhah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenakalan Remaja</title>
		<link>http://bintimaslakhah.wordpress.com/2008/10/23/kenakalan-remaja/</link>
		<comments>http://bintimaslakhah.wordpress.com/2008/10/23/kenakalan-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 08:52:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintimaslakhah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bintimaslakhah.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[HAL &#8211; HAL YANG MEMPENGARUHI TIMBULNYA KENAKALAN REMAJA Kenakalan remaja dapat ditimbulkan oleh beberapa hal, sebagian di antaranya adalah: PENGARUH KAWAN SEPERMAINAN Di kalangan remaja, memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk prestasi tersendiri. Makin banyak kawan, makin tinggi nilai mereka di mata teman-temannya. Apalagi mereka dapat memiliki teman dari kalangan terbatas. Misalnya, anak orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintimaslakhah.wordpress.com&amp;blog=5204086&amp;post=7&amp;subd=bintimaslakhah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="HAL - HAL YANG MEMPENGARUHI TIMBULNYA KENAKALAN REMAJA" rel="bookmark" href="http://h4b13.wordpress.com/2008/01/14/hal-hal-yang-mempengaruhi-timbulnya-kenakalan-remaja/">HAL &#8211; HAL YANG MEMPENGARUHI TIMBULNYA KENAKALAN REMAJA</a></h2>
<div class="snap_preview">
<p>Kenakalan remaja dapat ditimbulkan oleh beberapa hal, sebagian di antaranya  adalah:</p>
<ol>
<li><strong>PENGARUH KAWAN SEPERMAINAN</strong><br />
Di kalangan remaja, memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk prestasi tersendiri. Makin banyak kawan, makin tinggi nilai mereka di mata teman-temannya. Apalagi mereka dapat memiliki teman dari kalangan terbatas. Misalnya, anak orang yang paling kaya di kota itu, anak pejabat pemerintah setempat bahkan mungkin pusat atau pun anak orang terpandang lainnya. Di jaman sekarang, pengaruh kawan bermain ini bukan hanya membanggakan si remaja saja tetapi bahkan juga pada orangtuanya. Orangtua juga senang dan bangga kalau anaknya mempunyai teman bergaul dari kalangan tertentu tersebut. Padahal, kebanggaan ini adalah semu sifatnya. Malah kalau tidak dapat dikendalikan, pergaulan itu akan menimbulkan kekecewaan nantinya. Sebab kawan dari kalangan tertentu pasti juga mempunyai gaya hidup yang tertentu pula. Apabila si anak akan berusaha mengikuti tetapi tidak mempunyai modal ataupun orangtua tidak mampu memenuhinya maka anak akan menjadi frustrasi. Apabila timbul frustrasi, maka remaja kemudian akan melarikan rasa kekecewaannya itu pada narkotik, obat terlarang, dan lain sebagainya.Pengaruh kawan ini memang cukup besar. Dalam <em>Mangala Sutta</em>, Sang Buddha bersabda: <em>“Tak  bergaul dengan orang tak bijaksana, bergaul dengan mereka yang bijaksana, itulah  Berkah Utama”</em>. Pengaruh kawan sering diumpamakan sebagai segumpal daging busuk apabila dibungkus dengan selembar daun maka daun itupun akan berbau busuk. Sedangkan bila sebatang kayu cendana dibungkus dengan selembar kertas, kertas itu pun akan wangi baunya. Perumpamaan ini menunjukkan sedemikian besarnya pengaruh pergaulan dalam membentuk watak dan kepribadian seseorang ketika remaja, khususnya. Oleh karena itu, orangtua para remaja hendaknya berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. Jangan biarkan anak bergaul dengan kawan-kawan yang tidak benar. Memiliki teman bergaul yang tidak sesuai, anak di kemudian hari akan banyak menimbulkan masalah bagi orangtuanya.Untuk menghindari masalah yang akan timbul akibat pergaulan, selain mengarahkan untuk mempunyai teman bergaul yang sesuai, orangtua hendaknya juga memberikan kesibukan dan mempercayakan sebagian tanggung jawab rumah tangga kepada si remaja. Pemberian tanggung jawab ini hendaknya tidak dengan pemaksaan maupun mengada-ada. Berilah pengertian yang jelas dahulu, sekaligus berilah teladan pula. Sebab dengan memberikan tanggung jawab dalam rumah akan dapat mengurangi waktu anak ‘kluyuran’ tidak karuan dan sekaligus dapat melatih anak mengetahui tugas dan kewajiban serta tanggung jawab dalam rumah tangga. Mereka dilatih untuk disiplin serta mampu memecahkan masalah sehari-hari. Mereka dididik untuk mandiri. Selain itu, berilah pengarahan kepada mereka tentang batasan teman yang baik.</p>
<p>Dalam <em>Digha Nikaya III, 188</em>, Sang Buddha memberikan petunjuk tentang kriteria teman baik yaitu mereka yang memberikan perlindungan apabila kita kurang hati-hati, menjaga barang-barang dan harta kita apabila kita lengah, memberikan perlindungan apabila kita berada dalam bahaya, tidak pergi meninggalkan kita apabila kita sedang dalam bahaya dan kesulitan, dan membantu sanak keluarga kita.</p>
<p>Sebaliknya, dalam <em>Digha Nikaya III,  182</em> diterangkan pula kriteria teman yang tidak baik. Mereka adalah teman yang akan mendorong seseorang untuk menjadi penjudi, orang yang tidak bermoral, pemabuk, penipu, dan pelanggar hukum.</li>
<li><strong>PENDIDIKAN</strong><br />
Memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu tugas orangtua kepada anak seperti yang telah diterangkan oleh Sang Buddha dalam <em>Digha Nikaya III, 188</em>. Agar anak dapat memperoleh pendidikan yang sesuai, pilihkanlah sekolah yang bermutu. Selain itu, perlu dipikirkan pula latar belakang agama pengelola sekolah. Hal ini penting untuk menjaga agar pendidikan Agama Buddha yang telah diperoleh anak di rumah tidak kacau dengan agama yang diajarkan di sekolah. Berilah pengertian yang benar tentang adanya beberapa agama di dunia. Berilah pengertian yang baik dan bebas dari kebencian tentang alasan orangtua memilih agama Buddha serta alasan seorang anak harus mengikuti agama orangtua, Agama Buddha.Ketika anak telah berusia 17 tahun atau 18 tahun yang merupakan akhir masa remaja, anak mulai akan memilih perguruan tinggi. Orangtua hendaknya membantu memberikan pengarahan agar masa depan si anak berbahagia. Arahkanlah agar anak memilih jurusan sesuai dengan kesenangan dan bakat anak, bukan semata-mata karena kesenangan orang tua. Masih sering terjadi dalam masyarakat, orangtua yang memaksakan kehendaknya agar di masa depan anaknya memilih profesi tertentu yang sesuai dengan keinginan orangtua. Pemaksaan ini tidak jarang justru akan berakhir dengan kekecewaan. Sebab, meski memang ada sebagian anak yang berhasil mengikuti kehendak orangtuanya tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang kurang berhasil dan kemudian menjadi kecewa, frustrasi dan akhirnya tidak ingin bersekolah sama sekali. Mereka malah pergi bersama dengan kawan-kawannya, bersenang-senang tanpa mengenal waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu pengguna obat-obat terlarang.Anak pasti juga mempunyai hobi tertentu. Seperti yang telah disinggung di atas, biarkanlah anak memilih jurusan sekolah yang sesuai dengan kesenangan ataupun bakat dan hobi si anak. Tetapi bila anak tersebut tidak ingin bersekolah yang sesuai dengan hobinya, maka berilah pengertian kepadanya bahwa tugas utamanya adalah bersekolah sesuai dengan pilihannya, sedangkan hobi adalah kegiatan sampingan yang boleh dilakukan bila tugas utama telah selesai dikerjakan.</li>
<li><strong>PENGGUNAAN WAKTU LUANG</strong><br />
Kegiatan di masa remaja sering hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha menyelesaikan urusan di rumah, selain itu mereka bebas, tidak ada kegiatan. Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak, pada si remaja akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Apabila si remaja melakukan kegiatan yang positif, hal ini tidak akan menimbulkan masalah. Namun, jika ia melakukan kegiatan yang negatif maka lingkungan dapat terganggu. Seringkali perbuatan negatif ini hanya terdorong rasa iseng saja. Tindakan iseng ini selain untuk mengisi waktu juga tidak jarang dipergunakan para remaja untuk menarik perhatian lingkungannya. Perhatian yang diharapkan dapat berasal dari orangtuanya maupun kawan sepermainannya. Celakanya, kawan sebaya sering menganggap iseng berbahaya adalah salah satu bentuk pamer sifat jagoan yang sangat membanggakan. Misalnya, ngebut tanpa lampu dimalam hari, mencuri, merusak, minum minuman keras, obat bius, dan sebagainya.Munculnya kegiatan iseng tersebut selain atas inisiatif si remaja sendiri, sering pula karena dorongan teman sepergaulan yang kurang sesuai. Sebab dalam masyarakat, pada umunya apabila seseorang tidak mengikuti gaya hidup anggota kelompoknya maka ia akan dijauhi oleh lingkungannya. Tindakan pengasingan ini jelas tidak mengenakkan hati si remaja, akhirnya mereka terpaksa mengikuti tindakan kawan-kawannya. Akhirnya ia terjerumus. Tersesat.Oleh karena itu, orangtua hendaknya memberikan pengarahan yang berdasarkan cinta kasih bahwa sikap iseng negatif seperti itu akan merugikan dirinya sendiri, orangtua, maupun lingkungannya. Dalam memberikan pengarahan, orangtua hendaknya hanya membatasi keisengan mereka. Jangan terlalu ikut campur dengan urusan remaja. Ada kemungkinan, keisengan remaja adalah semacam ‘refreshing’ atas kejenuhannya dengan urusan tugas-tugas sekolah. Dan apabila anak senang berkelahi, orangtua dapat memberikan penyaluran dengan mengikutkannya pada satu kelompok olahraga beladiri.</p>
<p>Mengisi waktu luang selain diserahkan kepada kebijaksanaan remaja, ada baiknya pula orangtua ikut memikirkannya pula. Orangtua hendaknya jangan hanya tersita oleh kesibukan sehari-hari. Orangtua hendaknya tidak hanya memenuhi kebutuhan materi remaja saja. Orangtua hendaknya juga memperhatikan perkembangan batinnya. Remaja, selain membutuhkan materi, sebenarnya juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Oleh karena itu, waktu luang yang dimiliki remaja dapat diisi dengan kegiatan keluarga sekaligus sebagai sarana rekreasi. Kegiatan keluarga ini hendaknya dapat diikuti oleh seluruh anggota keluarga. Kegiatan keluarga dapat berupa pembacaan Paritta bersama di Cetiya dalam rumah ataupun melakukan berbagai bentuk permainan bersama, misalnya <em>scrabble</em>, monopoli, dan lain sebagainya. Kegiatan keluarga dapat pula berupa tukar pikiran dan berbicara dari hati ke hati. Misalnya, dengan makan malam bersama atau duduk santai di ruang keluarga. Pada hari Minggu seluruh anggota keluarga dapat diajak kebaktian di Vihãra setempat. Mengikuti kebaktian, selain memperbaiki pola pikir agar lebih positif sesuai dengan Buddha Dhamma juga dapat menjadi sarana rekreasi. Hal ini dapat terjadi karena di Vihãra kita dapat berjumpa dengan banyak teman dan juga dapat berdiskusi Dhamma dengan para Bhikkhu maupun pandita yang dijumpai. Selain itu, dihari libur, seluruh anggota keluarga dapat bersama-sama pergi berenang, jalan-jalan ke taman ria atau mal, dan lain sebagainya.</li>
<li><strong>UANG SAKU</strong><br />
Orangtua hendaknya memberikan teladan untuk menanamkan pengertian bahwa uang hanya dapat diperoleh dengan kerja dan keringat. Remaja hendaknya dididik agar dapat menghargai nilai uang. Mereka dilatih agar mempunyai sifat tidak suka memboroskan uang tetapi juga tidak terlalu kikir. Anak diajarkan hidup dengan bijaksana dalam mempergunakan uang dengan selalu menggunakan prinsip hidup ‘Jalan tengah’ seperti yang diajarkan oleh Sang Buddha.Ajarkan pula anak untuk mempunyai kebiasaan menabung sebagian dari uang sakunya. Menabung bukanlah pengembangan watak kikir, melainkan sebagai bentuk menghargai uang yang didapat dengan kerja dan semangat.Pemberian uang saku kepada remaja memang tidak dapat dihindarkan. Namun, sebaiknya uang saku diberikan dengan dasar kebijaksanaan. Jangan berlebihan. Uang saku yang diberikan dengan tidak bijaksana akan dapat menimbulkan masalah. Yaitu:</p>
<ol>
<li>Anak menjadi boros</li>
<li>Anak tidak menghargai uang, dan</li>
<li>Anak malas belajar, sebab mereka pikir tanpa kepandaian pun uang gampang.</li>
</ol>
</li>
<li><strong>PERILAKU SEKSUAL</strong><br />
Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya, di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di jaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil. Oleh karena itu, dalam masa pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Demikian pula dengan pacaran. Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus berlangsung selamanya.Dalam memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap remaja yang sedang jatuh cinta, orangtua hendaknya bersikap seimbang, seimbang antar pengawasan dengan kebebasan. Semakin muda usia anak, semakin ketat pengawasan yang diberikan tetapi anak harus banyak diberi pengertian agar mereka tidak ketakutan dengan orangtua yang dapat menyebabkan mereka berpacaran dengan sembunyi-sembunyi. Apabila usia makin meningkat, orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak. Namun, tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat.Penyelesaian masalah dalam pacaran membutuhkan kerja sama orangtua dengan anak. Misalnya, ketika orangtua tidak setuju dengan pacar pilihan si anak. Ketidaksetujuan ini hendaknya diutarakan dengan bijaksana. Jangan hanya dengan kekerasan dan kekuasaan. Berilah pengertian sebaik-baiknya. Bila tidak berhasil, gunakanlah pihak ketiga untuk menengahinya. Hal yang paling penting di sini adalah adanya komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. Orangtua hendaknya menjadi sahabat anak. Orangtua hendaknya selalu menjalin dan menjaga komunikasi dua arah dengan sebaik-baiknya sehingga anak tidak merasa takut menyampaikan masalahnya kepada orangtua.</p>
<p>Dalam menghadapi masalah pergaulan bebas antar jenis di masa kini, orangtua hendaknya memberikan bimbingan pendidikan seksual secara terbuka, sabar, dan bijaksana kepada para remaja. Remaja hendaknya diberi pengarahan tentang kematangan seksual serta segala akibat baik dan buruk dari adanya kematangan seksual. Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan yang sesuai dengan Buddha Dhamma. Sang Buddha telah memberikan pedoman untuk bergaul yang tentunya juga sesuai untuk pegangan hidup para remaja. Mereka hendaknya dididik selalu ingat dan melaksanakan Pancasila Buddhis. Pancasila Buddhis atau lima latihan kemoralan ini adalah latihan untuk menghindari pembunuhan, pencurian, pelanggaran kesusilaan, kebohongan, dan mabuk-mabukan. Dengan memiliki latihan kemoralan yang kuat, remaja akan lebih mudah menentukan sikap dalam bergaul. Mereka akan mempunyai pedoman yang jelas tentang perbuatan yang boleh dilakukan dan perbuatan yang tidak boleh dikerjakan. Dengan demikian, mereka akan menghindari perbuatan yang tidak boleh dilakukan dan melaksanakan perbuatan yang harus dilakukan.</li>
</ol>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bintimaslakhah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bintimaslakhah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bintimaslakhah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bintimaslakhah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bintimaslakhah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bintimaslakhah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bintimaslakhah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bintimaslakhah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bintimaslakhah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bintimaslakhah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bintimaslakhah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bintimaslakhah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bintimaslakhah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bintimaslakhah.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintimaslakhah.wordpress.com&amp;blog=5204086&amp;post=7&amp;subd=bintimaslakhah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bintimaslakhah.wordpress.com/2008/10/23/kenakalan-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d64ab0964e91f7a41a6bb76bea6aa255?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bintimaslakhah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DATA DIRI</title>
		<link>http://bintimaslakhah.wordpress.com/2008/10/17/data-diri/</link>
		<comments>http://bintimaslakhah.wordpress.com/2008/10/17/data-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 05:14:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintimaslakhah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bintimaslakhah.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[NAMA : BINTI MASLAKHAH SEKOLAH : MAN 2 KEDIRI KELAS : XII Bahasa ALAMAT : Tempursari-Sukoanyar-Mojo-Kediri TTL : Kediri, 05 Mei 1991<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintimaslakhah.wordpress.com&amp;blog=5204086&amp;post=3&amp;subd=bintimaslakhah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>NAMA      : BINTI MASLAKHAH</p>
<p>SEKOLAH : MAN 2 KEDIRI</p>
<p>KELAS      : XII Bahasa</p>
<p>ALAMAT  : Tempursari-Sukoanyar-Mojo-Kediri</p>
<p>TTL         : Kediri, 05 Mei 1991</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bintimaslakhah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bintimaslakhah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bintimaslakhah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bintimaslakhah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bintimaslakhah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bintimaslakhah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bintimaslakhah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bintimaslakhah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bintimaslakhah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bintimaslakhah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bintimaslakhah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bintimaslakhah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bintimaslakhah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bintimaslakhah.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintimaslakhah.wordpress.com&amp;blog=5204086&amp;post=3&amp;subd=bintimaslakhah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bintimaslakhah.wordpress.com/2008/10/17/data-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d64ab0964e91f7a41a6bb76bea6aa255?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bintimaslakhah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://bintimaslakhah.wordpress.com/2008/10/17/hello-world/</link>
		<comments>http://bintimaslakhah.wordpress.com/2008/10/17/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 04:41:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintimaslakhah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintimaslakhah.wordpress.com&amp;blog=5204086&amp;post=1&amp;subd=bintimaslakhah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bintimaslakhah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bintimaslakhah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bintimaslakhah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bintimaslakhah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bintimaslakhah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bintimaslakhah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bintimaslakhah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bintimaslakhah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bintimaslakhah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bintimaslakhah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bintimaslakhah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bintimaslakhah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bintimaslakhah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bintimaslakhah.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintimaslakhah.wordpress.com&amp;blog=5204086&amp;post=1&amp;subd=bintimaslakhah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bintimaslakhah.wordpress.com/2008/10/17/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d64ab0964e91f7a41a6bb76bea6aa255?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bintimaslakhah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
